Belajar, Berbagi, Melayani

20 November 2011

Obat Perangsang Taubat



Saudaraku, mengapa banyak orang yang menunda-nunda taubat? Di sisi lain, mengapa pula banyak orang-orang yang selalu ketagihan taubat? Jawabannya sederhana. Golongan pertama belum tahu kelezatan taubat dan buahnya. Sedangkan golongan kedua sudah merasakannya. Lalu dimana posisi Anda? Apakah bersama para penunda atau para pecandu taubat?

Sesungguhnya, keengganan bertaubat itu menyesakkan dada dan menggelisahkan hati. Juga membuat hidup tidak berkah dan jauh dari ketenangan. Lalu bagaimana dengan orang yang sudah tidak merasa ada beban apa-apa lagi ketika terus menerus berbuat dosa? Ini lebih parah. Ibarat tangan yang mati rasa, dicubit pun tak bereaksi apa-apa. Ada satu bait syair yang mengatakan:
مَنْ يَهُنْ يَسْهُلِ الْهَوَانُ عَلَيْهِ
مَا لِجُرْحٍ بِمَيَّتٍ إِيْلَامُ
Orang yang terbiasa hina, tak pedulikan kehinaan.
Bagai orang yang sudah mati, luka tak menimbulkan rasa sakit lagi.

Jiwa yang tidak doyan taubat adalah jiwa yang sedang sakit. Perlu segera diobati. Sebab kalau dibiarkan berlarut-larut, ia akan mati. Padahal kematian jiwa berarti kesengsaraan dunia akhirat. Na’udzu billah.
Berikut ini saya sajikan 7 tablet obat perangsang, agar kita selalu bersemangat mengkonsumsi taubat setiap hari demi kesehatan jiwa kita. Ya, tiada hari tanpa taubat. Itulah motto orang beriman.

1.Semua Orang Punya Dosa
Apa alasan yang membuat orang berkecil hati sampai enggan bertaubat? Tidak ada. Tidak ada alasan selain alasan yang dibuat-buat. Mungkin beralasan “Dosa saya sudah terlalu banyak”. Katakan padanya, bahwa yang dosanya banyak bukan hanya Anda. Semua orang pernah berbuat dosa. Bahkan banyak orang yang dosanya lebih besar dan lebih banyak dibanding Anda. Ingatlah sabda rasulullah saw:
كُلُّ بُنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ . وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap keturunan nabi Adam pernah berbuat dosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang mau bertaubat” (Hr. Ibnu Majah; Hasan).
Jadi, banyaknya dosa bukan alasan untuk semakin menjauh dari Allah. Bukan pula alasan untuk menjauh dari orang-orang shalih. Justru sebaliknya, banyaknya dosa merupakan alasan yang sangat kuat untuk berubah menjadi the best. Sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang mau bertaubat. Sejauh apapun orang tersesat jalan, berbaliklah sekarang juga.

2. Allah Maha Penyayang
Karena kasih sayang Allah, maka seseorang masuk ke dalam surga. Bukan lantaran amal ibadahnya semata. Maka dari itu, jangan pernah berbangga diri dan menyombongkan amal. Sebaliknya, jangan pernah pula seseorang berputus asa terhadap kasih sayang Allah karena dosa-dosanya.
Allah berfirman:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“Dan kasih sayangku meliputi segala sesuatu”(Qs. Al-a’raf/7;156)
Bukankah Anda, saya dan kita semua adalah sesuatu? Ya Allah, sebagaimana kasih sayangmu meliputi segala sesuatu, dan kami juga sesuatu, maka liputilah kami dengan kasih sayangMu.
Malu rasanya, terhadap Allah yang sebaik itu, kita sering menaikkan dosa-dosa. Padahal ia selalu menjulurkan tali kasih sayangNya kepada kita dengan berbagai nikmat. Kalau kita malu berbuat buruk kepada orang yang banyak berjasa kepada kita, maka sepantasnya kita lebih malu berbuat maksiat kepada Allah yang telah memberi kita berbagai kenikmatan.

3. Allah Maha Pengampun
Kalau tidak ada orang yang berbuat dosa, lalu kepada siapa Allah memberikan ampunanNya? Bahkan orang yang dosa-dosanya sudah melampaui batas sekalipun, Allah berkenan mengampuni semua dosanya, tanpa kecuali. Sambutlah firman Allah berikut:
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Az-zumar/39:53)

4. Allah Suka Padamu
Siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa lagi setelah bertaubat? Tidak ada. Maka dari itu, bertaubatlah segera setiap kali kita terlanjur berbuat dosa, walau berkali-kali dalam sehari. Mau disukai dan dicintai Allah? Sering-seringlah bertaubat. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang banyak bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri” (Qs. Al-baqarah/2;222)

5. Tanda Kenal
Siapa yang banyak bertaubat kepada allah, itu pertanda bahwa ia mengenal Allah. Sebaliknya, siapa yang tidak mau bertaubat, maka sejatinya ia tidak kenal Allah. Bagaimana kita tidak bertaubat sedangkan Allah Maha Pengampun? Dan bagaimana kita tidak bertaubat sedangkan siksaan Allah sangat mengerikan bagi orang yang enggan bertaubat dari dosa-dosanya? Allah berfirman dalam hadits qudsiy:
عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي
“HambaKu tahu bahwa Tuhannya mengampuni dosa dan memberi sanksi. Sungguh telah aku ampuni hambaKu” (Hr. Ahmad).

6. Taubat Itu Ibadah
Subhanallah...! Allah suka terhadap hambaNya yang bertaubat. Lebih dari itu, taubat itu sendiri merupakan ibadah kita kepada Allah. Kalau begitu, mau berapa kali kita bertaubat dalam sehari? Semakin banyak bertaubat berarti semakin banyak pula ibadah kita kepada Allah. Pantaslah, kalau rasulullah saw beristighfar dan bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari.
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah agar kalian beruntung” (Qs. An-nur/24:31). Jadi, taubat itu perintah Allah, dan menjalankan perintahNya adalah ibadah. Orang yang taqwa bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa. Melainkan, orang yang taqwa adalah orang yang bila terlanjur berbuat dosa, maka ia segera berttaubat.


7. Habislah Dosa
Rasulullah saw bersabda:
اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
“Orang yang bertaubat dari dosa, itu seperti orang yang tidak punya dosa” (Hr. Ibnu Majah; Hasan)
Sebagai penutup, ada warning keras dari Allah bagi orang yang tidak berbenah diri dengan taubat dan amal shalih. Ia akan mati su’ul-khatimah. Allah berfirman:
ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِينَ أَسَاءُوا السُّوأَى
“Kemudian kesudahan orang-orang yang berbuat buruk adalah keburukan” (Qs. Ar-rum/30:10). []


Share:

0 comments:

Posting Komentar

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...