Surat Rasulullah SAW untuk Heraclius
Setelah Heraclius berdialog dengan Abu Sufyan bin Harb, dengan penutup dialog yang cukup mengejutkan (di mana Heraclius menyatakan bahwa ia ingin menemui Rasulullah untuk membasuh kedua kaki beliau), maka Heraclius kemudian meminta surat Rasulullah SAW yang dibawa oleh Dihyah untuk para penguasa negeri Bashrah, lalu diberikan surat itu kepada Heraclius dan dibacanya.
Isi surat tersebut adalah:
Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya, untuk Heraclius, penguasa Romawi. Keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam. Masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyatmu, dan: "Wahai Ahli Kitab, mari berpegang kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwa kita tidak beribadah kecuali kepada Allah dan janganlah kita mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, dan tidak pula kita sebagian kita menjadikan sebagian lainnya sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah."
Abu Sufyan menuturkan: Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk-pikuk dan suara-suara ribut, hingga mereka mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar: "Sungguh ia telah diajak kepada urusan anak Abu Kabsyah (Nabi Muhammad SAW), Heraclius takut kepadanya (mengkhawatirkan kerajaan Romawi)." Pada masa itupun aku juga khawatir kalau-kalau Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (kekhawatiran itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam.
Kisah Unik tentang Sikap Heraclius Perihal Kenabian Muhammad SAW
Selanjutnya kata Ibnu An-Nazhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum (astrolog) yang selalu memperhatikan peredaran bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika aku mengamati perjalanan bintang-bintang, aku melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara umat ini yang di-khitan?" Jawab para pendeta: "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau tentang orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja ke seluruh negeri di dalam kerajaan anda agar orang-orang Yahudi di negeri-negeri tersebut dibunuh."
Ketika itu dihadapkan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghassan untuk menceritakan perihal Rasulullah SAW. Setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan atau tidak. Seusai diperiksa, ternyata memang dia berkhitan, lalu diberitahukan kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut apakah orang-orang Arab yang lainnya dikhitan atau tidak. Dia menjawab, "Orang Arab itu dikhitan semuanya." Heraclius berkata, "Inilah raja umat, sesungguhnya dia telah lahir."
Kemudian Heraklius berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yang ilmunya setaraf dengannya (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad SAW). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu sudah sampai lebih dulu. Sahabatnya menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang nabi. Heraklius kemudian mengundang para pembesar Romawi untuk datang ke tempatnya di Himsha. Setelah semuanya hadir di majelisnya, Heraclius memerintahkan agar semua pintu dikunci. Kemudian dia berkata, "Wahai bangsa Romawi, maukah kalian semua meraih kemenangan dan kemajuan yang gemilang sementara kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau kalian mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!". Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci.
Melihat keadaan yang demikian, Heraclius menjadi hilang harapan bahwa mereka akan beriman (percaya akan kenabian Muhammad SAW). Lalu diperintahkannya semua untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata, "Sesungguhnya aku mengatakan perkataan tadi sekedar untuk menguji keteguhan hati kalian semua. Kini aku telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah "keimanan" Heraclius kepada Muhammad SAW dan risalahnya.
(Telah diriwayatkan oleh Shalih bin Kaisan dan Yunus dan Ma'mar dari Az-Zuhri)






0 comments:
Posting Komentar