Apa Target yang Akan Anda Raih dalam Berinteraksi dengan Al-Qur’an?
Target yang ingin dicapai dengan ber-Al-Qur’an adalah meraih cahaya dan hidayah Allah SWT dalam hidup kita sehingga kita selamat dunia dan akhirat. Memang hidayah itu adalah urusan Allah, namun unsur kemauan dari masing-masing kita juga berperan penting di sini. Allah tidak akan merubah kita pada kebaikan jika kita tidak punya niat dan berusaha ke arah kebaikan itu. Maka usaha-usaha yang kita lakukan adalah dalam rangka menjadikan diri kita layak mendapatkan cahaya dan hidayah dari Allah SWT.
Ilustrasi berikut ini insya Allah memahamkan akan rasa kebutuhan kita akan quranic reading habit yang harus terus meningkat kualitasnya. Kita akan tahu dan memahami apa itu ghaflah dan bahayanya bagi kita, serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk terlepas dari jeratnya. Inilah spiritual reading, pencerahan spiritual yang bisa kita raih dengan tilawah Al-Qur’an.
Orang-orang yang lalai (dalam keadaaan ghaflah) adalah mereka yang meninggalkan Al-Qur’an dengan tidak mau membacanya. Dan karena itulah mereka berada dalam wilayah pertemanan dengan syaitan, artinya syaitan menjadi teman dekat mereka. Bisa kita bayangkan bagaimana keadaan orang-orang yang bertemankan syaitan ini, tentu bisikan hati atau lintasan pikiran yang muncul di benaknya selalu saja berasal dari syaitan. Dan secara tak sadar, karena mereka lalai, mereka sedang digiring oleh syaitan untuk menemaninya di dalam neraka.
Dalam tataran kewajiban (baca: kebutuhan) manusia terhadap Al-Qur’an, maka kelalaian itu ditunjukkan dengan keengganan untuk membacanya. Bahkan, orang-orang yang dikatakan meninggalkan Al-Qur’an termasuk juga orang-orang yang tidak mau memahami dan mengamalkannya walaupun mereka sudah membacanya. Boleh jadi termasuk juga orang-orang yang membaca namun tidak merasakan getaran keimanan dari pembacaan itu. Sebab, ciri-ciri orang beriman menurut Surat Al-Anfaal ayat ke-2 adalah “Apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanan mereka, dan kepada Tuhan merekalah mereka berserah diri.”
Karenanya membaca Al-Qur’an tidak bisa dilakukan sekedarnya, kita tidak boleh berpuas diri dengan kualitas bacaan yang begitu-begitu saja. Tangga-tangga pada gambar di atas adalah panduan bagi kita untuk terus meningkat dalam kualitas membaca dan bahkan dapat membantu kita berinteraksi dengan Al-Qur’an seutuhnya.[]




0 comments:
Posting Komentar