Belajar, Berbagi, Melayani

  • KEAGUNGAN AL QURAN

    Al-Quran adalah cahaya yang menerangi kebutaan, penawar hati yang menyembuhkan penyakit dan kehampaannya, suguhan lezat bagi jiwa, taman indah sanubari, penuntun nurani menuju negeri yang damai.

  • BUAH TARBIYAH

    Kita bukanlah orang yang sudah benar-benar baik apalagi terbaik, melainkan hanya orang yang keburukannya tertutupi.

  • DOSA-DOSA YANG DIREMEHKAN

    Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari. Siapa yang mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari kemudian ia mati, maka ia masuk neraka.

  • CIRI PENGHUNI SURGA

    Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh. Inilah yang dijanjikan kepadamu.

  • SEREMONI

    Sejak pagi keluarga mempelai perempuan bersiap diri menyambut tamu yang telah lama dinanti-nanti. Akhirnya datang juga. Mempelai laki-laki dikawal rombongan sekeluarga.

01 Desember 2011

Keutamaan Berinteraksi dengan Al-Quran


Begitu banyak keutamaan berinteraksi dengan Al-Qur'anul Karim, atau menjadi sahabat Al-Qur'an di dunia ini, dalam bentuk aktivitas membaca, menghafal, merenungi isinya, mengamalkan hingga menda'wahkannya. Berikut ini beberapa hadits yang memotivasi kita untuk senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai sesuatu yang selalu mengisi hidup dan kehidupan kita.

Bertemankan Malaikat

مَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرآنَ وَهُو حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَمَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ
“Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an dan ia menghafalnya, maka ia bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Dan perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tekun sedangkan ia mengalami kesulitan atasnya, maka ia mendapatkan dua pahala.”  (Shahih Bukhari 4556; hadits lainnya: Sunan Abu Dawud 1242; Sunan At-Tirmidzi 2829; Sunan Ad-Darimi 3234; Musnad Ahmad 23080, 23493, 23644, 24197, 24413)


Pertolongan di Akhirat

اقْرَأُواْ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena kelak ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at (pertolongan) kepada ashab-nya (orang-orang yang selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an).” (Shahih Muslim 1337; hadits lainnya: Sunan Darimi 3177; Musnad Ahmad 21126, 21136, 21169, 21186)

Perumpamaan yang Adil

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ
وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
“Perumpamaan seorang mu’min yang suka membaca Al-Qur’an seperti buah utrujjah (sejenis jeruk), aromanya sedap dan rasanya pun sedap. Namun seorang mu’min yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah tamrah (kurma), tidak punya aroma tetapi rasanya manis. Perumpamaan seorang munafiq yang membaca Al-Qur’an ibarat buah raihanah, aromanya sedap namun rasanya pahit. Dan seorang munafiq yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah hanzhalah, tidak punya aroma dan rasanya pun pahit.” (Shahih Bukhari 5007, 7005; hadits lainnya: Shahih Muslim 1328; Sunan Abu Daud 4191; Sunan Tirmidzi 2791; Sunan Nasa’i 4952; dan yang lainnya)


Ciri-ciri Orang yang Terbaik

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Shahih Bukhari 4639, 4640; Sunan Abu Daud 1440; Sunan Tirmidzi 2832, 2834; dan yang lainnya)


Kekayaan yang Patut Dicemburui

لاَ حَسَدَ إلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيلِ وَ آنَاءَ النَّهَارِ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يُنفِقُهُ آنَاءَ اللَّيلِ وَ آنَاءَ النَّهَارِ
“Tiada patut beriri hati kecuali terhadap dua perkara: (terhadap) orang yang diberi (kemahiran) Al-Qur’an oleh Allah lalu dia beribadah dengan membacanya di waktu-waktu malam dan waktu-waktu siang, dan orang yang diberi (anugrah) harta lalu dibelanjakannya (di jalan Allah) di waktu-waktu malam dan waktu-waktu siang.” (Shahih Bukhari 6975; hadits lainnya: Shahih Muslim 1350-1352; Sunan Tirmidzi 1859; dan lainnya)

Jauhnya Pengaruh Syaithan

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَفِرُّ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
Dari Abu Hurairah RA: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian bagai kuburan, karena sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca Surat Al-Baqarah.” (Shahih Muslim 1300; hadits lainnya: Sunan Tirmidzi 2802; Musnad Ahmad 7487, 8089, 8560, 8681)


Pelipatgandaan Pahala yang Tak Terhitung

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ تَعَالى فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أقُولُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفْ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah Ta’ala (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan sepertinya. Aku tidak mengatakan alif-laam-miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan miim satu huruf.” (Sunan Tirmidzi 2835)


Kemuliaan Bagi Orang Tua

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أَلْبَسَهُ اللهُ وَالِدَيْهِ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ََضَوْؤُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ في بُيُوتِ الدُّنْيَا فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عمِلَ بِهَذَا ؟
“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya, maka Allah akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya pada Hari Kiamat nanti, yang mana sinarnya lebih baik dari sinar matahari di rumah-rumah dunia. Maka apa perkiraanmu terhadap orang yang mengamalkan ini?” (Sunan Abu Dawud 1241)


Rasa Aman dan Bahagia

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ هَذِهِ الْمَصَاحِفُ الْمُعَلَّقَةُ فَإِنَّ اللَّهَ تَعالَى لاَ يُعَذِّبُ قَلْبًا وَعَى الْقُرْآنَ
“Bacalah Al-Qur’an, dan lembaran-lembaran yang tergantung ini tidak akan menipu kalian, karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menyiksa hati yang menampung Al-Qur’an.” (Sunan Darimi 3186)
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللهِ فَمَنْ دَخَلَ فِيهِ فَهُوَ آمِنٌ
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah hidangan Allah, barang siapa yang memasukinya maka ia akan aman.” (Sunan Darimi 3188)


Kemuliaan Dunia-Akhirat

إِنَّ اللَّه يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا ويَضَعُ بِهِ الآخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat banyak kaum dengan Kitab ini, dan dengannya pula Allah merendahkan kaum yang lain.” (Shahih Muslim 1335; Sunan Ibnu Majah 214; Musnad Ahmad 226; Sunan Darimi 3231)
يُقَالُ لِصاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلْ في الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُهَا
“Akan diperintahkan kepada pembaca al-Qur’an: ‘Bacalah dan naiklah dan bacalah dengan tartil seperti dulu kamu membacanya di dunia karena kedudukanmu ditentukan oleh ayat terakhir yang dapat kamu baca.” (Sunan Tirmidzi 2838; Sunan Abu Daud 1252; Musnad Ahmad 6508)


Sakinah, Rahmah, Naungan Malaikat dan Kebanggaan Allah

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah sekelompok orang berkumpul di satu rumah (masjid) dari rumah-rumah Allah untuk membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, kasih sayang akan menyelimuti mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” (Shahih Muslim 4867; hadits lainnya: Sunan Abu Daud 4295; Sunan Tirmidzi 1345, 1853; Sunan Ibnu Majah 221; Musnad Ahmad 7118, 10091, 10260)


Sentuhan Keindahan

لَيْسَ مِنَّا َمَن لَّمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ  وَزَادَ غَيْرُهُ يَجْهَرُ بِهِ
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan Al-Qur’an” (sementara dalam riwayat lainnya menambahkan) dan mengeraskannya.” (Shahih Bukhari 6973; hadits lainnya: Sunan Abu Daud 1257, 1258; Musnad Ahmad 1396, 1430, 1467; Sunan Darimi 1452, 3352)


Bukti Penolong atau Penyengsara

وَ الْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
“Dan Al-Qur’an itu adalah hujjah bagimu (bukti yang akan menolongmu) atau hujjah atasmu (bukti yang akan memberatkan bagimu).” (Shahih Muslim 328; Sunan Tirmidzi 3439; Sunan Nasa’i 2394; Sunan Ibnu Majah 276; Musnad Ahmad 21828, 21834; Sunan Darimi 651)
Share:

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...