30 April 2012

Mengharap Pamrih Terbaik



Keikhlasan itu bukan berarti menyembunyikan kebaikan, tapi selalu membicarakan kebaikan diri adalah cara yang mudah untuk membatalkan keikhlasan.

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Yunus [10]: 26)

Amal yang terbaik dan dekat dengan keikhlasan adalah amal yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang lain. Biar saja Allah yang tahu dan membalas amal yang sedang atau sudah diperbuat.
Namun jika kita selalu menyembunyikan kebaikan-kebaikan, padahal di sisi lain sedang merebak keburukan di masyarakat kita, maka hal ini bukanlah efek keikhlasan, melainkan kelemahan.
Orang yang beramal baik di keramaian tapi tidak melakukannya saat sendirian adalah seorang yang berlaku riya (ingin dilihat beramal). Namun orang yang beramal baik di dalam kesendirian tapi tidak bisa melakukannya dengan baik saat di keramaian adalah orang jujur yang lemah.
Ikhlas itu bukanlah tidak mengharapkan pamrih sama sekali, melainkan mengharapkan pamrih terbaik dari Sang Pemberi yang terbaik.
Orang yang merasa dirinya telah ikhlas berbuat lalu menceritakannya kepada orang banyak, maka dia telah membatalkan keikhlasannya itu menjadi debu-debu yang beterbangan. Namun jika dia membicarakan kebaikan amalnya kepada Allah dalam meminta sesuatu kepada-Nya, maka hal ini termasuk tawassul yang diperbolehkan. []
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...