15 Mei 2012

Kematian Hati Puncak Krisis Multidimensi

Khutbah Jum'at Oleh: Ust. Hamim Thohari

Khutbah Pertama

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ู‡ِ ุงู„َุฐِูŠ ูˆَุนَุฏَ ุณَุงุฆِู„ِูŠู‡ِ ุจِุงู„ْุฅِุฌَุงุจَุฉِ، ูˆَุญَุฐَّุฑَ ุงู„ْู…ُุนْุฑِุถِูŠู†َ ุนَู†ْ ุฐِูƒْุฑِู‡ِ ุจِุถَู†ْูƒِ ุงู„ْู…َุนِูŠุดَุฉِ
ูˆุงู„ุตّู„ุงَุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„ู‰َ ู†َุจِูŠِّ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉِ ุงَู„ْู‡َุงุฏِูŠ ุฅู„َู‰ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู†َّุฌَุงุฉِ ูˆَุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉِ
ูˆَุขู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฎَูŠْุฑِ ุงู„ْุจَุฑِูŠَّุฉِ ูˆَู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ِู‡ِ ุฅู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَุฅِู†ِّูŠ ู…ُูˆุตِูŠูƒُู…ْ ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ْุฅِุฎْูˆَุฉُ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ْู‚َุงุฆِู„ِ
ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„ู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ
ูˆَ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„َุง ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅู„َّุง ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ

Sidang Jum’at Rahimakullaah, setelah Khatib mengingatkan akan pentingnya taqwa kepada Allah sebagai jalan keluar dan kunci kemuliaan, Khatib ingin mengajak jamaah sekalian untuk merenungkan sejenak tentang krisis yang mendera kehidupan umat manusia dewasa ini dalam berbagai aspek: ekonomi, politik, sosial, moral dan bermacam-macam krisis lainnya.

Banyak pakar mencoba mengurai dan menawarkan solusi. Ekonom berkata, “selesaikan dulu masalah ekonomi, yang lain akan mengikuti.” Politikus membantah, “Ekonomi itu mudah, yang penting politik dulu ditata.”  Moralis menyergah, “Moral dulu dibenahi baru yang lain.” Demikianlah, para pakar dan pengamat dadakan saling beradu kepintaran, sementara krisis demi krisis belum mampu dihentikan.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai umat Islam, ayyuhal Ikhwah? Tentu, segala persoalan yang kita hadapi tidak boleh tidak, mestilah kita carikan petunjuk dan cara penyelesaiannya dari panduan hidup kita, way of life kita, yakni Kitabullaah  dan Sunnah Rasulullah saw. Dengan jelas Al-Qur’an mendiaknosa bahwa kesulitan dan keruwetan hidup di dunia ini berpangkal dari sikap manusia yang enggan mengikuti petunjuknya.

ูˆู…ู† ุฃุนุฑุถ ุนู† ุฐูƒุฑูŠ ูุฅู† ู„ู‡ ู…ุนูŠุดุฉ ุถู†ูƒุง
“Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit lagi sulit.” (Thaha:  124)

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
Apabila manusia sudah tidak sudi mengindahkan peringatan Allah, enggan menjadikan petunjuk al-Qur’an sebagai panduan hidupnya, maka krisis kemanusian paling berbahaya akan menimpa mereka, yaitu kematian hati. Sehingga tidak jarang kita saksikan, seperti kata orang bijak:

ูƒَู…ْ ู…ِู†ْ ู…ُุดَุงุฉٍ ุชَุญْุณَุจُู‡ُู…ْ ุฃَุญْูŠَุงุกَ، ูˆَุฌَู„َุงุฏَุฉُ ุฃَุฌْุณَุงุฏِู‡ِู…ْ ู„ِู‚ُู„ُูˆุจِู‡ِู…ْ ู…َู‚َุงุจِุฑُ
Betapa banyak orang gagah berjalan, Kau pikir mereka itu masih hidup,
Rupanya, kegagahan tubuhnya,hanyalah kuburan bagi hatinya yang mati

Sungguh kematian hati adalah puncak krisis kemanusian yang sebenarnya. Sedangkan penyebab kematian hati adalah berpaling dari peringatan dan ajaran Allah. Oleh karena itu, secara menggelitik, Allah memperingatkan kaum beriman agar menghindari penyebab krisis ini. Allah berfirman:

ุฃู„ู… ูŠุฃู† ู„ู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ุฃู† ุชุฎุดุน ู‚ู„ูˆุจู‡ู… ู„ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ุง ู†ุฒู„ ู…ู† ุงู„ุญู‚ ูˆู„ุง ูŠูƒูˆู†ูˆุง ูƒุงู„ุฐูŠู† ุฃูˆุชูˆุง ุงู„ูƒุชุงุจ ู…ู† ู‚ุจู„ ูุทุงู„ ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุฃู…ุฏ ูู‚ุณุช ู‚ู„ูˆุจู‡ู… ูˆูƒุซูŠุฑ ู…ู†ู‡ู… ูุงุณู‚ูˆู†  
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (al-hadid: 16)

Jika hati telah mengeras dan membatu, artinya hati manusia telah mati. Saat itulah manusia akan menjelma sebagai makhluq mengerikan yang disebut sebagia orang-orang fasiq. Ciri-ciri mereka; rakus terhadap dunia, menghalalkan segala cara, tidak peduli kesengsaraan orang lain yang penting dirinya untung dan masa bodoh dengan halal-haram, tidak berfikir dosa-pahala, entar dulu masalah surga-neraka yang penting happy.

ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ْุฅุฎْูˆَุฉُ، ู‡َุฐَุง ู…َุง ุฃู‚ُูˆู„ُ ู…ุงَ ุณَู…ِุนْุชُู…ْ، ูˆَุฃุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„ู‡َ ู„ِูŠ ูˆَู„َูƒُู…ْ
ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ ::



Khutbah Kedua

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ูˆุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ูˆุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„ู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุจَุนْุฏُ:

Jama’ah Juma’at Rahimakumullaah,
Kehidupan orang fasik, orang yang telah mati hatinya itu serba paradoks (saling bertolak belakang). Seperti kata Ibrahim bin Adham, ada 10 fenomena sikap bertolak belakang dari kehidupan orang yang  telah mati hatinya:

ู…َุนْุฑِูَุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ุฏُูˆู†َ ุชَุฃْุฏِูŠَุฉِ ุญَู‚ِّู‡ِ 
(1) Mengenal Allah, tanpa menunaikan hak-Nya

ู‚ِุฑَุงุกَุฉُ ุงู„ู‚ุฑุขู†ِ ุฏُูˆู†َ ุงู„ْุนَู…َู„ُ ุจِู‡ِ  
(2) Membaca al-Qur’an tanpa diamalkan

ุงู„ْุงِุฏِّุนَุงุกُ ุจِุญُุจِّ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ูˆุชَุฑْูƒُ ุณُู†َّุชِู‡ِ   
(3) Mengaku mencintai Nabi, tapi meninggalkan sunnahnya

ุงู„ْุงِุฏِّุนَุงุกُ ุจِุนَุฏَุงูˆَุฉِ ุงู„ุดูŠุทุงู† ูˆَุงู„ุทَّุงุนَุฉُ ู„َู‡ُ  
(4) Mengaku bermusuhan dengan setan, tapi masih menuruti ajakannya

ุงู„ْุงِุฏِّุนَุงุกُ ุจِุฏُุฎُูˆู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูˆَุนَุฏَู…ُ ุงู„ْุนَู…َู„ِ ู„َู‡َุง  
(5) Mengaku bakal masuk surga, tapi tanpa usaha untuk meraihnya

ุงู„ْุงِุฏِّุนَุงุกُ ุจِุงู„ู†َّุฌَุงุฉِ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุฑَู…ْูŠُ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ูِูŠู‡َุง  
(6) Yakin selamat dari neraka, malah nyemplung ke dalamnya

ุงَู„ْู‚َุงุฆِู„ُ ุจِุฃู†َ ุงู„ْู…َูˆْุชَ ุญَู‚ٌّ ูˆَุนَุฏَู…ُ ุงู„ْุงِุณْุชِุนْุฏَุงุฏِ ู„َู‡ُ  
(7) Yakin dengan datangnya kematian, tapi lupa membuat persiapan

ุงู„ْุงِุดْุชِุบَุงู„ُ ุจِุนُูŠُูˆุจِ ุงู„ู†َّุงุณِ ูˆَุชَุฑْูƒُ ุนُูŠُูˆุจِ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ  
(8) Sibuk membicarakan aib orang lain, melupakan aibnya sendiri

ุฏَูْู†ُ ุงู„ْุฃَู…ْูˆุงุชِ ู…َุนَ ุนَุฏَู…ِ ุงู„ْุงِุนْุชِุจَุงุฑِ ุจِู‡ِ  
(9) Sering mengubur mayit, tidak pernah mengambil perlajarannya

ุฃَูƒْู„ُ ู†ِุนْู…َุฉِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุนَุฏَู…ُ ุดُูƒْุฑِู‡ِ ุนَู„َูŠْู‡َุง  
(10) Nikmat Allah dimakan, tapi tak pernah disyukuri

Sepuluh sikap paradoksal inilah sesungguhnya yang menjadi sumber krisis kemanusian. Sebab kata, Ibrahim bin Adham, sepuluh perkara ini menyebabkan doa tidak akan dikabulkan. Lalu apa artinya jika Allah sudah tidak lagi mendengar doa hamba-Nya? Itu berarti Allah membiarkan hamba-Nya menyelesaikan persolanannya sendiri tanpa pertolongan dan rahmat-Nya. Jika sudah begitu, sejuta solusi yang ditawarkan oleh pakar paling hebat sekali pun tidak akan mampu menyelesaikan masalah manusia yang terus mendera. Na’udzu billaahi min dzaalik.

Jamaah Jumat Rahimakumullaah,
Maka satu saja kata kuncinya: “Krisis apa pun yang mendera manusia, solusinya hanya satu: Hidupkan hati dengan mengikuti petunjuk-Nya.” Sebagaimana firman-Nya: ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„ู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง، ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ “Barang siapa bertaqwa kepada Allah, akan diberikan kepadanya jalan keluar dan diberi-Nya rizqi dari arah yang tidak diduga-duga.” (at-Thalaq: 2)

ู†َุณْุฃَู„ُ ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุนَุงูِูŠَุฉَ ูِู‰ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ูˆَุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุขู„ِู‡ِ ูˆุตَุญْุจِู‡ِ ูˆุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ุฃุฌْู…َุนِูŠู†َ
ูˆุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„ู…ِูŠู†َ ุงู„ู„ู‡ُู…َّ ุฅู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ุจِุฃุณَู…ุงุกِูƒَ ุงู„ْุญُุณْู†َู‰ ุฃู†ْ ุชَุฑْุญَู…َู†َุง ูˆَุชَุฑْุญَู…َ ุฌَู…ِูŠุนَ ุฃُู…َّุฉِ ู†َุจِูŠِّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏٍ
ูˆุงุตْุฑِูْ ุนَู†َّุง ุงู„ْุจَู„َุงุกَ ูˆَุงู„ْูˆَุจَุงุกَ ูˆَุงู„ْูِุชَู†َ ูˆุงู„ْู…ِุญَู†َ، ูˆَุงู†ْุตُุฑْู†َุง ุนَู„ู‰ ุงู„ْุฃَุนْุฏَุงุกِ ุจِุฑَุญْู…َุชِูƒَ ูŠَุง ุฃุฑْุญَู…ُ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ
ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ
ูˆุตَู„ِّ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุงู„ْุญู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ูŠู†َ
ุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...