ุฏุนููุชูููููุง
Risalah Da’watuna (Dakwah Kami)
Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna
Part #2
ููู ุงููุถู ู ุงูู
ูุฉ
ู ูุณูุง ูู
ุชู
ุจุดูุก ููุง ูุฑู ูุฃููุณูุง ูู ุฐูู ูุถูุง ، ู ุฅูู
ุง ูุนุชูุฏ ููู ุงููู ุชุนุงูู : ( ุจَِู ุงُููู َูู
ُُّู ุนََُْูููู
ْ ุฃَْู َูุฏَุงُูู
ْ ِููุฅِูู
َุงِู ุฅِْู
ُْููุชُู
ْ ุตَุงุฏَِِููู) (ุงูุญุฌุฑุงุช:17) .
KEUTAMAAN HANYALAH MILIK ALLAH SWT
Kami
tidaklah merasa berjasa dengan suatu apa pun dan tidak pula menganggap diri
kami memiliki keutamaan. Hanyalah kami meyakini firman Allah SWT, “Bahkan sebenarnya Allah, Dia-lah yang melimpahkan nikmat-Nya
kepadamu dengan menunjukimu kepada keimanan, jika kamu adalah orang-orang yang
benar.” (QS. Al-Hujuraat: 17)
ููู
ูุชู
ูู – ูู ุชููุน ุงูู
ูู – ุฃู ุชุชูุชุญ ูุฐู ุงููููุจ ุนูู ู
ุฑุฃู ู ู
ุณู
ุน ู
ู ุฃู
ุชูุง
، ูููุธุฑ ุฅุฎูุงููุง ูู ูุฑูู ูููุง ุฅูุง ุญุจ ุงูุฎูุฑ ููู
ู ุงูุฅุดูุงู ุนูููู
ู ุงูุชูุงูู ูู
ุตุงูุญูู
؟
Kami
sering berangan-angan – andaikan angan-angan itu bermanfaat – bahwa hati kami
terbuka di hadapan penglihatan dan pendengaran umat ini, sehingga
saudara-saudara kami bisa melihat sendiri, adakah mereka melihat sesuatu di
dalam hati kami selain menginginkan kebaikan untuk mereka, rasa kasih terhadap
mereka, serta rela mati untuk kemaslahatan mereka?
ููู ูุฌุฏูู
ุฅูุง ุฃูู
ุง ู
ุถููุง ู
ู ูุฐุง ุงูุญุงู ุงูุชู ูุตููุง ุฅูููุง ؟
Apakah
mereka menemukan dalam hati kami selain kepedihan mendalam atas apa yang sedang
kita alami?
ู ููู ุญุณุจูุง
ุฃู ุงููู ูุนูู
ุฐูู ููู ، ู ูู ูุญุฏู ุงููููู ุจุงูุชุฃููุฏ ุงูู
ููู ููุชุณุฏูุฏ، ุจูุฏู ุฃุฒู
ุฉ
ุงููููุจ ู ู
ูุงุชูุญูุง ، ู
ู ููุฏ ุงููู ููุง ู
ุถู ูู ู ู
ู ูุถูู ุงููู ููุง ูุงุฏู ูู ู ูู
ุญุณุจูุง ู ูุนู
ุงููููู . ุฃููุณ ุงููู ุจูุงู ุนุจุฏู؟
Namun,
cukuplah bagi kami bahwa Allah SWT mengetahui itu semua. Hanya Dia-lah yang
menjamin dukungan yang tepat, agar kami selalu benar. Di tangan-Nya-lah berada
semua kendali dan kunci hati. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada
yang dapat menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada
yang dapat menunjukinya. Cukuplah Dia bagi kami, Dia-lah sebaik-baik tempat
bergantung. Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya?





0 comments:
Posting Komentar