Cerita seorang teman dalam perkuliahannya di sebuah Perguruan Tinggi Islam,
Di antara dosen mereka ada yang berpikiran liberal dan sering memberikan kuliah yang kontroversial. Suatu hari dosen keblinger ini bicara tentang pernikahan sejenis dengan mengomentari sebuah ayat Qur'an "wakhalaqnaakum azwaaja, dan Kami ciptakan kamu semua berpasang-pasangan" (QS. An-Naba). Celakanya, dia bilang "berpasang-pasangan" tidak harus berlainan jenis. Yang penting ada dua unsur yang dipasangkan. Malah dia pakai argumen kaidah bahasa segala. Tentunya hal ini membuat semua mahasiswa yang miskin dalil terpana dan hanya bisa mencibir 'ngedumel' sepuasnya.
Seorang mahasiswa yang cerdas mengajukan tantangan saat si dosen membuka dialog. Katanya, "Pak, kalau bapak pakai sepatu dua-duanya kanan semua atau kiri semua apa itu bisa disebut pasangan? Kalaupun bapak jawab ya berarti bapak siap memakainya setiap hari. Paling rasanya gak enak dan orang-orang akan anggap bapak orang yang aneh atau gila."
Dosen ngawur itu terdiam, pelajaran ditutup.
*****
Cerita lain datang dari kampus yang berbeda, kampus yang rata-rata mahasiswanya guru agama sekolah swasta yang belum sarjana. Di sini juga ada dosen yang suka melontarkan pemikiran kontroversial.
Kali ini dalam perkuliahannya, dosen itu meng-kritisi sikap segelintir orang-orang Islam yang dianggapnya terlalu berlebihan merespon penghinaan terhadap Islam.
Contoh kasusnya adalah ketika tentara Amerika menginvasi negeri-negeri muslim yang bermasalah, mereka menghancurkan masjid, menginjak-injak mushaf Al-Qur'an. Dia berkata, "Nggak perlulah kita lebay sok-sok membela kalau Al-Qur'an diinjak-injak, diludahi apalagi dikencingi. Itukan cuma kertas biasa saja. Al-Qur'an yang sebenarnya kan ada di Lauhul Mahfuzh!"
Seorang mahasiswa yang cukup berani langsung maju dan mengambil diktat yang ada di meja dosennya. Lalu dia merobek-robek, menginjak-injak dan meludahi karya ilmiah dosennya itu. Spontan sang dosen naik pitam, tersinggung.
"Berani-beraninya kamu melecehkan hasil karya saya!!!" Bentaknya.
"Maaf pak, setahu saya ini cuma kertas pak. Ilmu bapak yang sebenarnya kan ada di kepala bapak!" Balas sang mahasiswa tenang.
Dosen tersebut masih jengkel tapi tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya 'ngedumel' sendiri lalu walk out dari ruang kuliah. Ruangan ramai dengan tepuk tangan. Dosen keblinger itu kalah. []





0 comments:
Posting Komentar