Jangan terpaku pada kata "pakai", tapi berilah perhatian lebih pada kata "DIBOHONGI" dan "DIBODOHI" serta sikap melampaui batas dari seorang nonmuslim yang memaksakan diri bicara tentang ayat Al-Qur'an. Padahal seorang muslim saja tidak bisa sembarangan mengomentari Kalam Allah tanpa dasar ilmu, apalagi yang bukan muslim.
Jika anda mengatakan "kamu dibohongi Al-Qur'an", maka anda telah menista Al-Qur'an dengan jelas. Dan jika anda mengatakan "kamu dibohongi pakai Al-Qur'an", maka pertanyaannya "Siapa yang membohongi?"
Dalam konteks Al-Maaidah 51, 57, atau ayat lain semisal An-Nisaa 144 yang melarang setiap mu'min memberikan loyalitas kepada orang kafir, tentunya yang dimaksud dengan orang yang membohongi adalah 'ulama dan para da'i yang menyampaikan ayat-ayat tersebut kepada ummat. Sementara ayat tersebut sudah jelas isinya, yakni larangan memilih orang kafir menjadi wali, teman setia, bahkan pemimpin yang kepadanya diberikan kecintaan dan loyalitas.
Menengok lebih jauh lagi, sesungguhnya orang yang pertama kali menyampaikan ayat itu adalah Rasulullah SAW, kemudian diikuti para sahabat, tabi'in, dan seterusnya hingga 'ulama kontemporer dan para da'i. Dari sini, sangat jelas pejabat itu telah menuduh Rasulullah SAW, para sahabat dan tabi'in, hingga 'ulama dan para da'i selama ini melakukan pembohongan dan pembodohan kepada ummat. Pembohongan dengan larangan memilih orang kafir sebagai pemimpin, dan pembodohan dengan ancaman neraka bagi muslim yang memilih orang kafir menjadi pemimpinnya. Sungguh ini jelas-jelas penistaan, mengolok-olok Rasulullah SAW, para sahabat, 'ulama, da'i, kaum muslimin, dan ajaran Islam itu sendiri.
Karenanya, dalam menghadapi persoalan Al Maaidah 51 ini, janganlah fokus kita teralihkan dari substansi penistaan yang menggunakan kata "dibohongi" dan "dibodohi" menuju perang kata "pakai". Tak perlu sibuk mengolah kalimat yang menggunakan kata "pakai" dan yang tidak untuk mencari persamaannya. Jika tak menggunakan kata "pakai", maka dia telah menistakan Al-Qur'an. Dan jika menggunakan kata "pakai", maka dia telah menghina Rasulullah SAW, kaum muslimin dan ajaran Islam itu sendiri. Ini adalah penistaan yang berat, dan tak ada toleransi untuknya. []










