Orang yang tunduk hatinya kepada Allah, maka pola pikir, cara merasa dan tindakannya mengikuti al-Qur'an dan Sunnah. Adapun orang yang dikuasai oleh syaithan dan hawa nafsunya, maka ia menuntut al-Qur'an agar mengikutinya. Karenanya, tidaklah mengherankan ketika ada orang yang mengatakan bahwa teks-teks agama perlu ditafsir ulang, dengan menyesuaikan keinginan dan seleranya. Dan tidaklah sedikit orang yang mengutip ayat untuk membenarkan pemikiran mereka dengan seleranya sendiri.
Teringatlah kita akan Iblis ketika menggelincirkan Adam dan Hawa agar mereka melanggar larangan Allah, "Walaa taqrabaa haadzihisy syajarah...!". Iblis tidak mengatakan, "Bermaksiatlah kamu wahai Adam!" atau "Jangan pedulikan larangan Tuhanmu!". Tapi Iblis justru mengatakan, "Sesungguhnya Tuhanmu melarang kalian mendekatinya agar kalian tidak menjadi malaikat atau makhluk abadi." seraya Iblis bersumpah bahwa ia adalah teman setia yang peduli kepada Adam AS.
Begitulah di antara cara syaithan (termasuk syaithan dari kalangan manusia) untuk menyimpangkan manusia dari jalan Allah yang lurus. Mereka menggunakan perkataan yang terdengar bagus untuk mengelabui semua orang. Terkadang mereka menggunakan baju toleransi, kadang atas nama HAM, demokrasi, keadilan, kebhinekaan, nasionalisme, seni dan sebagainya. Namun seringkali mereka tak menggunakannya secara adil dan konsisten, selalu ada standart ganda. Orang yang menyimpang dibela atas nama hak asasi, tapi orang yang mengajak kepada kebaikan dikatakan munafik lagi sok suci. Begitulah zukhrufal qauli ghururan, ancaman syaitan manusia dan jin yang harus selalu kita waspadai.
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak melakukannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan." (QS. Al-An'aam: 112) []









