24 Maret 2017
INSPIJARI: Inspirasi dari Lima Jari Tangan
Telunjuk melambangkan arah, tujuan, motivasi yang kuat dalam mewujudkan cita-cita. Tak akan sukses orang yang tak punya arah dalam hidupnya. Dan tak bisa disebut sukses orang yang setelah sukses malah kehilangan arah. Jadi, tetaplah memiliki arah dan tujuan yang jelas. Selalulah kita berambisi kuat dalam meraih apa-apa yang mendatangkan manfaat bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Maka huruf "A" di sini juga merupakan akronim dari AMBITION (himmah).
"B" JARI TENGAH
Jari tengah melambangkan kekuatan dan keseimbangan. Sekalipun telunjuk itu hebat, tapi ada jari tengah yang lebih tinggi darinya. Maka ambisi saja tak cukup. Harus ada endurance, kekuatan kita untuk bertahan lama dalam menempuh berbagai cobaan dan rintangan untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Orang yang memiliki daya tahan dan mental tahan banting adalah ia yang memiliki sikap tawazun (keseimbangan) dalam hidupnya, sebagaimana bangunan yang berdiri kokoh memiliki keseimbangan dengan strukturnya yang proporsional. Sering kita saksikan orang yang pada awalnya sangat bersemangat tiba-tiba ia futur (mandeg, berhenti) di tengah jalan. Kenapa? Karena ia tidak menerapkan prinsip keseimbangan dalam mencapai tujuannya. Maka huruf "B" bermakna BALANCE (muwazanah).
"C" JARI MANIS
Jari Manis melambangkan kebermaknaan kita dalam hidup ini. Apa maksudnya? Sebagian orang menyebutnya ring finger, kita pun lebih suka memakai cincin di jari manis, kecuali para penggila cincin batu akik yang bisa memakainya di semua jari. Kita pasti memiliki kenangan manis akan seseorang jika seseorang itu bermakna bagi kita. Dan seseorang menjadi bermakna bagi orang lain ketika ia telah memberikan manfaat baginya.
Maka huruf "C" bermakna CONTRIBUTION (kebermanfaatan), sumbangsih yang kita berikan kepada lingkungan sekitar kita, baik itu keluarga, teman dan sahabat, tetangga, lingkungan kerja dan seterusnya. Maka jadikanlah adanya kita membuat lingkungan sekitar kita lebih baik daripada tiadanya kita. Jangan sampai adanya kita sama saja dengan tiadanya kita. Terlebih lagi, jangan sampai adanya kita lebih buruk daripada tiadanya kita. Ada orang yang meninggalkan dunia ini lalu banyak orang yang menangisi dan mengenangnya. Adapula orang yang meninggal lalu semua orang bergembira dan menyumpahinya. Dan ada lagi orang yang meninggal lalu keesokan harinya ia dilupakan. Kira-kira, kita ingin termasuk yang bagaimana?
"D" KELINGKING
Kelingking adalah jari kecil yang lemah dan paling sensitif dengan benturan. Maka jari ini mewakili perasaan diri kita sebagai insan yang kerdil dan lemah. Bukan dalam arti mengerdilkan potensi kita, bukan melemahkan motivasi dan ambisi kita, melainkan kesadaran bahwa betapapun hebatnya kita, betapa besarnya kontribusi kemanfaatan yang bisa kita berikan, maka semua itu bukanlah apa-apa jika tanpa niat mencari keridhoan Allah. Banyak amal yang besar bernilai kecil karena niatnya. Pun banyak amalan kecil bernilai besar karena niatnya.
Huruf "D" berarti DEDICATION (dedikasi, pengabdian). Jadikanlah kontribusi kita bukan untuk membesarkan diri kita. Jika kita bekerja untuk suatu organisasi, maka bekerjalah untuk membangun kebaikan organisasi itu, bukan sekedar untuk memenuhi kepentingan pribadi kita. Merendahlah kita, maka kita akan dimuliakan. Sebaliknya, jika kita meninggikan diri, maka hanyalah kerendahan dan kehinaan yang akan kita dapatkan.
"E" IBU JARI
Selain disebut ibu jari, ia disebut pula dengan jempol. Tentunya kita ingat dengan sebutan "anak jempolan", yakni anak yang selalu berbuat baik, tampil dengan performance yang bagus, bahkan selalu berprestasi. Huruf "E" di sini adalah EXCELLENCE atau kesempurnaan. Jika kita mengajukan sangkalan, "Bukankah tiada manusia yang sempurna?", maka semangat excellence di sini bukanlah keharusan mencapai kesempurnaan, namun lebih berarti menuju kesempurnaan. Bila kita telah meraih satu kebaikan, janganlah merasa cukup apalagi merasa sudah sempurna, tapi terus ditingkatkan kualitasnya. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, esok harus lebih baik dari hari ini.
Demikian INSPIJARI, semoga bermanfaat.
12 Januari 2017
Mengintip Neraka Jahannam
Disalin dari: Telegram Channel Majelis Ilmu Farid Nu'man
Syaikh Shalih Al Fauzan Hafizhahullah berkata:
جهنم : اسم من أسماء النار، قيل : سميت بذلك لبعد قعرها، وقيل : لظلمتها، من الجهومة وهي الظلمة
Jahanam: nama salah satu neraka, disebutkan: dinamakan demikian karena begitu dalam dasarnya. Disebutkan: karena gelapnya, diambil dari kata Al Juhumah yaitu kegelapan. (Syaikh Shalih Fauzan, Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah, Hal. 79)
Maknanya: “Sumur yang paling jauh di bawah, artinya tidak berakhir azabnya.” (Al Lubab fi Ulumil Kitab, 8/312)
📌 Inilah sebagian penghuninya
🔘 Orang kafir dan munafiq
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا
Allah telah menyediakan bagi kaum munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir, neraka jahanam mereka kekal di dalamnya. (QS. At Taubah: 68)
🔘 Pembunuh seorang mu’min
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا
Barang siapa yang sengaja membunuh seorang beriman maka balasannya adalah neraka jahaman dia kekal di dalamnya. (QS. An Nisa: 93)
🔘 Penentang Rasulullah dan tidak mengikuti jalan kaum beriman
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. An Nisa: 115)
🔘 Iblis dan para pengikutnya
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (QS. Al A’raf: 18)
🔘 Para Diktator
إن في جهنم واد ، في ذلك الوادي بئر يقال له هبهب ، حق على الله تعالى أن يسكنها كل جبار
“Sesungguhnya di neraka jahanam ada sebuah lembah, di lembah tersebut terdapat sumur yang dinamakan Hab Hab, yang Allah Ta’ala tetapkan sebagai tempat tinggal bagi setiap diktator.” (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Ausath, 8/193/3683. Al Hakim, Al Mustadrak ‘alash Shahihain, 20/179/8918. Imam Al Haitsami mengatakan sanadnya hasan. Majma’uz Zawaid, 5/197. Ini lafaz milik Al Hakim)
🔘 Bunuh Diri
وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan besi maka dengannya dia akan diazab di neraka jahanam.” (HR. Bukhari No. 1363, 5778, 6048, 6105, 6652, Muslim No. 109)
🔘 Imam Muslim membuat Bab:
بَاب غِلَظِ تَحْرِيمِ قَتْلِ الْإِنْسَانِ نَفْسَهُ وَأَنَّ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فِي النَّارِ وَأَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ
Bab Tentang Beratnya Keharaman Seseorang Membunuh Dirinya Sendiri dan Siapa Yang Membunuh Dirinya Dengan Sesuatu Maka Dia Akan Siksa Dengan Sesuatu Tersebut, Dia Tidak Akan Masuk Surga Kecuali Jika Dia Seorang Muslim.
Farid Nu'man Hasan
📡 Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC
Syaikh Shalih Al Fauzan Hafizhahullah berkata:
جهنم : اسم من أسماء النار، قيل : سميت بذلك لبعد قعرها، وقيل : لظلمتها، من الجهومة وهي الظلمة
Jahanam: nama salah satu neraka, disebutkan: dinamakan demikian karena begitu dalam dasarnya. Disebutkan: karena gelapnya, diambil dari kata Al Juhumah yaitu kegelapan. (Syaikh Shalih Fauzan, Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah, Hal. 79)
Maknanya: “Sumur yang paling jauh di bawah, artinya tidak berakhir azabnya.” (Al Lubab fi Ulumil Kitab, 8/312)
📌 Inilah sebagian penghuninya
🔘 Orang kafir dan munafiq
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا
Allah telah menyediakan bagi kaum munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir, neraka jahanam mereka kekal di dalamnya. (QS. At Taubah: 68)
🔘 Pembunuh seorang mu’min
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا
Barang siapa yang sengaja membunuh seorang beriman maka balasannya adalah neraka jahaman dia kekal di dalamnya. (QS. An Nisa: 93)
🔘 Penentang Rasulullah dan tidak mengikuti jalan kaum beriman
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. An Nisa: 115)
🔘 Iblis dan para pengikutnya
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (QS. Al A’raf: 18)
🔘 Para Diktator
إن في جهنم واد ، في ذلك الوادي بئر يقال له هبهب ، حق على الله تعالى أن يسكنها كل جبار
“Sesungguhnya di neraka jahanam ada sebuah lembah, di lembah tersebut terdapat sumur yang dinamakan Hab Hab, yang Allah Ta’ala tetapkan sebagai tempat tinggal bagi setiap diktator.” (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Ausath, 8/193/3683. Al Hakim, Al Mustadrak ‘alash Shahihain, 20/179/8918. Imam Al Haitsami mengatakan sanadnya hasan. Majma’uz Zawaid, 5/197. Ini lafaz milik Al Hakim)
🔘 Bunuh Diri
وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan besi maka dengannya dia akan diazab di neraka jahanam.” (HR. Bukhari No. 1363, 5778, 6048, 6105, 6652, Muslim No. 109)
🔘 Imam Muslim membuat Bab:
بَاب غِلَظِ تَحْرِيمِ قَتْلِ الْإِنْسَانِ نَفْسَهُ وَأَنَّ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فِي النَّارِ وَأَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ
Bab Tentang Beratnya Keharaman Seseorang Membunuh Dirinya Sendiri dan Siapa Yang Membunuh Dirinya Dengan Sesuatu Maka Dia Akan Siksa Dengan Sesuatu Tersebut, Dia Tidak Akan Masuk Surga Kecuali Jika Dia Seorang Muslim.
Farid Nu'man Hasan
📡 Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC










