• KEAGUNGAN AL QURAN

    Al-Quran adalah cahaya yang menerangi kebutaan, penawar hati yang menyembuhkan penyakit dan kehampaannya, suguhan lezat bagi jiwa, taman indah sanubari, penuntun nurani menuju negeri yang damai.

  • BUAH TARBIYAH

    Kita bukanlah orang yang sudah benar-benar baik apalagi terbaik, melainkan hanya orang yang keburukannya tertutupi.

  • DOSA-DOSA YANG DIREMEHKAN

    Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari. Siapa yang mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari kemudian ia mati, maka ia masuk neraka.

  • CIRI PENGHUNI SURGA

    Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh. Inilah yang dijanjikan kepadamu.

  • SEREMONI

    Sejak pagi keluarga mempelai perempuan bersiap diri menyambut tamu yang telah lama dinanti-nanti. Akhirnya datang juga. Mempelai laki-laki dikawal rombongan sekeluarga.

28 Maret 2018

Ciri-ciri Penghuni Neraka

Dalam kiriman sebelumnya, kami menyampaikan "Ciri-ciri Penghuni Surga" kajian Surat Qaaf ayat 31-35 dari Kitab Al-Fawaaid Ibnul Qayyim. Maka sekarang kami sampaikan "Ciri-ciri Penghuni Neraka Jahannam" dari kitab yang sama, mengkaji Surat Qaaf ayat 24-27. Semoga pengetahuan ini memotivasi kita untuk memiliki ciri-ciri yang Allah sebutkan dalam ayat 31-35 dan sebaliknya menjauhi ciri-ciri dalam ayat 24-27.

Allah berfirman, “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.” Yang menyertai dia berkata (pula), “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (Qaaf: 24-27)

1.  kaffaarin (ingkar: terhadap nikmat dan hak-hak Allah; terhadap Allah, kepada tauhid, asma dan sifat-sifat-Nya; terhadap para rasul, para malaikat, kitab-kitab-Nya, dan pertemuan dengan-Nya)
2.  ‘aniidin (menentang kebenaran, keras kepala)
3.  mannaa’il lil khair (menolak kebajikan, baik berupa ketaatan dan ibadah kepada Allah maupun berupa ihsan kepada sesama manusia)
4.  mu’tadin (melanggar batas: berbuat zhalim, tirani, sewenang-wenang terhadap orang lain, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan)
5.  muriibin (ragu-ragu)
6.  ja’ala ma’allaahi ilaahan aakhar (musyrik: menyembah, mencintai, dan loyal kepada selain Allah)


Ketika ia disidang di mahkamah Allah, ia menjawab bahwa setan telah menyesatkannya, namun setan cuci tangan seraya berkata seperti yang dikatakan Iblis kepada penghuni neraka, “...Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kamu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku....” (Ibrahim: 22)

Renungkanlah ini, wahai saudara! []
Share:

Ciri-ciri Calon Penghuni Surga



Dikutip dari kitab Al-Fawaaid karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, menjelaskan kandungan Surat Qaaf ayat 31-33. Ciri-ciri penghuni surga sebagai berikut:


1. Awwaab

Artinya: “Orang yang kembali taat kepada Allah setelah maksiat, pulang kepada dzikrullah setelah ghaflah.” (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah), “Orang yang mengingat dosa-dosanya lalu beristighfar dan bertaubat.” (Ubaid bin Umair), “Orang yang apabila mengenang kesalahannya saat sendirian, ia memohon maghfirah kepada Allah.” (Imam Mujahid), “Orang yang berbuat dosa, lalu bertaubat, kemudian berbuat dosa lagi, dan bertaubat lagi...!” (Said bin Musayyab).



2. Hafiizh

Artinya: “Memelihara apa-apa yang diamanatkan Allah kepadanya dan apa-apa yang difardukan atasnya.” (Ibnu Abbas), “Memelihara semua hak dan nikmat Allah padanya.” (Qatadah), “Menahan dirinya dari kemaksiatan dan larangan Allah.” (Ibnul Qayyim).

Dijelaskan oleh Ibnul Qayyim: “Nafsu adalah kekuatan menuntut dan kekuatan menahan. Awwaab artinya menuntut dirinya kembali kepada Allah (pro-surga), dan hafiizh artinya daya tahan (resistensi) terhadap kemaksiatan (anti-neraka).”



3. Khasyiyar Rahmaana bil ghaiib

“Takut kepada Allah Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan, mencakup ikrar atas wujud, rububiyyah, qudrah, dan ilmu-Nya, adanya pengawasan Allah terhadap semua gerak-gerik hamba-Nya, ikrar terhadap kitab-kitab-Nya, para rasul, perintah dan larangan-Nya, juga terhadap janji dan ancaman-Nya. Tanpa semua ini, khasyiyah kepada Allahur Rahman tidak sah.”



4. Jaa-a bi qalbin muniib

“Datang dengan hati yang kembali kepada Allah dari kemaksiatan, karena hakikat inabah adalah menghadapnya qalbu kepada ketaatan kepada Allah, kepada mencintai dan memperhatikan Allah.”



Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan masukkan kami ke dalam golongan itu, sehingga kelak berlaku atas kami firman-Mu:

“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya), (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. Masukilah surga itu dengan aman sejahtera, itulah hari kekekalan. Bagi mereka apa yang mereka kehendaki di dalamnya, dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (Qaaf: 31-35)
Share:

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...