Belajar, Berbagi, Melayani

  • KEAGUNGAN AL QURAN

    Al-Quran adalah cahaya yang menerangi kebutaan, penawar hati yang menyembuhkan penyakit dan kehampaannya, suguhan lezat bagi jiwa, taman indah sanubari, penuntun nurani menuju negeri yang damai.

  • BUAH TARBIYAH

    Kita bukanlah orang yang sudah benar-benar baik apalagi terbaik, melainkan hanya orang yang keburukannya tertutupi.

  • DOSA-DOSA YANG DIREMEHKAN

    Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari. Siapa yang mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari kemudian ia mati, maka ia masuk neraka.

  • CIRI PENGHUNI SURGA

    Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh. Inilah yang dijanjikan kepadamu.

  • SEREMONI

    Sejak pagi keluarga mempelai perempuan bersiap diri menyambut tamu yang telah lama dinanti-nanti. Akhirnya datang juga. Mempelai laki-laki dikawal rombongan sekeluarga.

27 November 2011

Nasehat Kyai Sepuh kepada Da'i Muda

Oleh: Ust. Hamim Thohari, BIRKH (Hons.)

Nasehat Kyai Sepuh kepada santrinya yang baru semangat-semangatnya berdakwah:

Ngger, Putraku...
Jangan hanya bisa mengata
mencaci dan mencela
ini salah itu salah
ini sesat itu bid'ah
apakah surga telah kau tempah **
untuk orang lain neraka bernanah??

Ngger, Putraku...
Apalah yang sudah kau buat
Para dai jauh sebelum perang bubat
telah berjuang tegakkan syariat
tancapkan tinggi panji syahadat
tanpa maki tanpa hujat


Ngger, Putraku...
tidak sejengkal tanah pusaka
luput dari jejak kaki mereka
tidak gunung tidak belantara
tidak darat tidak samodara
semua bersaksi atas dakwahnya


Ngger, Putraku....
Di seantero nusantara
mereka telah menyantrikan budaya
tahlil menjadi pengganti kidung puja dan mantra
kemben sedada menjadi kebaya
sesaji menjadi sedekah kepada yang papa
gotong royong berlandaskan birri wat-taqwa


Ngger, Putraku...
Seharusnya kau menjaga
bukan membawa luka
seharusnya kau tautkan yang menganga
bukan malah membentang samodra
Betapa pun mereka tidak sempurna
Mereka telah berjasa
Hidayah kita di dada
Mengalir lewat arwah mereka

______________
* terinspirasi tulisan Cik Abd. Naddin Shaiddin "Pak M Syuaib Asren Kini Meninggalkan Kita." Ucapan terimakasih kepada yang berbahagia Cik Abd. Naddin Shaiddin
** tempah = pesan
Share:

20 November 2011

Obat Perangsang Taubat



Saudaraku, mengapa banyak orang yang menunda-nunda taubat? Di sisi lain, mengapa pula banyak orang-orang yang selalu ketagihan taubat? Jawabannya sederhana. Golongan pertama belum tahu kelezatan taubat dan buahnya. Sedangkan golongan kedua sudah merasakannya. Lalu dimana posisi Anda? Apakah bersama para penunda atau para pecandu taubat?

Sesungguhnya, keengganan bertaubat itu menyesakkan dada dan menggelisahkan hati. Juga membuat hidup tidak berkah dan jauh dari ketenangan. Lalu bagaimana dengan orang yang sudah tidak merasa ada beban apa-apa lagi ketika terus menerus berbuat dosa? Ini lebih parah. Ibarat tangan yang mati rasa, dicubit pun tak bereaksi apa-apa. Ada satu bait syair yang mengatakan:
مَنْ يَهُنْ يَسْهُلِ الْهَوَانُ عَلَيْهِ
مَا لِجُرْحٍ بِمَيَّتٍ إِيْلَامُ
Orang yang terbiasa hina, tak pedulikan kehinaan.
Bagai orang yang sudah mati, luka tak menimbulkan rasa sakit lagi.

Jiwa yang tidak doyan taubat adalah jiwa yang sedang sakit. Perlu segera diobati. Sebab kalau dibiarkan berlarut-larut, ia akan mati. Padahal kematian jiwa berarti kesengsaraan dunia akhirat. Na’udzu billah.
Berikut ini saya sajikan 7 tablet obat perangsang, agar kita selalu bersemangat mengkonsumsi taubat setiap hari demi kesehatan jiwa kita. Ya, tiada hari tanpa taubat. Itulah motto orang beriman.

1.Semua Orang Punya Dosa
Apa alasan yang membuat orang berkecil hati sampai enggan bertaubat? Tidak ada. Tidak ada alasan selain alasan yang dibuat-buat. Mungkin beralasan “Dosa saya sudah terlalu banyak”. Katakan padanya, bahwa yang dosanya banyak bukan hanya Anda. Semua orang pernah berbuat dosa. Bahkan banyak orang yang dosanya lebih besar dan lebih banyak dibanding Anda. Ingatlah sabda rasulullah saw:
كُلُّ بُنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ . وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap keturunan nabi Adam pernah berbuat dosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang mau bertaubat” (Hr. Ibnu Majah; Hasan).
Jadi, banyaknya dosa bukan alasan untuk semakin menjauh dari Allah. Bukan pula alasan untuk menjauh dari orang-orang shalih. Justru sebaliknya, banyaknya dosa merupakan alasan yang sangat kuat untuk berubah menjadi the best. Sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang mau bertaubat. Sejauh apapun orang tersesat jalan, berbaliklah sekarang juga.

2. Allah Maha Penyayang
Karena kasih sayang Allah, maka seseorang masuk ke dalam surga. Bukan lantaran amal ibadahnya semata. Maka dari itu, jangan pernah berbangga diri dan menyombongkan amal. Sebaliknya, jangan pernah pula seseorang berputus asa terhadap kasih sayang Allah karena dosa-dosanya.
Allah berfirman:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“Dan kasih sayangku meliputi segala sesuatu”(Qs. Al-a’raf/7;156)
Bukankah Anda, saya dan kita semua adalah sesuatu? Ya Allah, sebagaimana kasih sayangmu meliputi segala sesuatu, dan kami juga sesuatu, maka liputilah kami dengan kasih sayangMu.
Malu rasanya, terhadap Allah yang sebaik itu, kita sering menaikkan dosa-dosa. Padahal ia selalu menjulurkan tali kasih sayangNya kepada kita dengan berbagai nikmat. Kalau kita malu berbuat buruk kepada orang yang banyak berjasa kepada kita, maka sepantasnya kita lebih malu berbuat maksiat kepada Allah yang telah memberi kita berbagai kenikmatan.

3. Allah Maha Pengampun
Kalau tidak ada orang yang berbuat dosa, lalu kepada siapa Allah memberikan ampunanNya? Bahkan orang yang dosa-dosanya sudah melampaui batas sekalipun, Allah berkenan mengampuni semua dosanya, tanpa kecuali. Sambutlah firman Allah berikut:
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Az-zumar/39:53)

4. Allah Suka Padamu
Siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa lagi setelah bertaubat? Tidak ada. Maka dari itu, bertaubatlah segera setiap kali kita terlanjur berbuat dosa, walau berkali-kali dalam sehari. Mau disukai dan dicintai Allah? Sering-seringlah bertaubat. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang banyak bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri” (Qs. Al-baqarah/2;222)

5. Tanda Kenal
Siapa yang banyak bertaubat kepada allah, itu pertanda bahwa ia mengenal Allah. Sebaliknya, siapa yang tidak mau bertaubat, maka sejatinya ia tidak kenal Allah. Bagaimana kita tidak bertaubat sedangkan Allah Maha Pengampun? Dan bagaimana kita tidak bertaubat sedangkan siksaan Allah sangat mengerikan bagi orang yang enggan bertaubat dari dosa-dosanya? Allah berfirman dalam hadits qudsiy:
عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي
“HambaKu tahu bahwa Tuhannya mengampuni dosa dan memberi sanksi. Sungguh telah aku ampuni hambaKu” (Hr. Ahmad).

6. Taubat Itu Ibadah
Subhanallah...! Allah suka terhadap hambaNya yang bertaubat. Lebih dari itu, taubat itu sendiri merupakan ibadah kita kepada Allah. Kalau begitu, mau berapa kali kita bertaubat dalam sehari? Semakin banyak bertaubat berarti semakin banyak pula ibadah kita kepada Allah. Pantaslah, kalau rasulullah saw beristighfar dan bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari.
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah agar kalian beruntung” (Qs. An-nur/24:31). Jadi, taubat itu perintah Allah, dan menjalankan perintahNya adalah ibadah. Orang yang taqwa bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa. Melainkan, orang yang taqwa adalah orang yang bila terlanjur berbuat dosa, maka ia segera berttaubat.


7. Habislah Dosa
Rasulullah saw bersabda:
اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
“Orang yang bertaubat dari dosa, itu seperti orang yang tidak punya dosa” (Hr. Ibnu Majah; Hasan)
Sebagai penutup, ada warning keras dari Allah bagi orang yang tidak berbenah diri dengan taubat dan amal shalih. Ia akan mati su’ul-khatimah. Allah berfirman:
ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِينَ أَسَاءُوا السُّوأَى
“Kemudian kesudahan orang-orang yang berbuat buruk adalah keburukan” (Qs. Ar-rum/30:10). []


Share:

16 November 2011

Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan?



Warga Bashrah mengadu kepada Ibrahim bin Adham mengapa doa mereka belum juga dikabulkan oleh Allah. Maka ia berkata kepada mereka:

Wahai warga Bashrah, hati kalian telah mati karena sepuluh hal:
kalian mengenal Allah, tapi tidak mau menunaikan hak-Nya.
kalian membaca Kitab Allah, tapi tidak mau mengamalkannya.
kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
kalian mengaku bermusuhan dengan setan, tapi kalian justru akur dengannya.
kalian mengatakan cinta kepada surga, tapi tidak mau beramal untuk menuju ke sana.
kalian mengatakan takut kepada neraka, tapi kalian menggadaikan diri kalian kepadanya.
kalian mengatakan bahwa kematian itu benar adanya, tapi kalian tidak mau mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
kalian sibuk mencari aib saudara kalian, tapi mengabaikan aib kalian sendiri.
kalian memakan karunia Tuhan, tapi tidak mau mensyukurinya.
kalian mengubur orang mati, tapi tidak mau mengambil pelajaran darinya.
Share:

15 November 2011

Kebeningan Hati Mengungkap Keagungan Al-Qur'an


Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah mengatakan: “Allah menurunkan Al-Qur’an adalah untuk kita renungkan, kita telaah sebagai petunjuk, kita ingat-ingat sebagai penghibur, kita tafsirkan dengan bentuk dan pengertian yang terbaik, kita percayai dan yakini, serta kita tegakkan perintah-perintah dan larangan-larangannya semaksimal mungkin. Kita pun bisa menuai buah ilmu-ilmu yang bermanfaat yang akan mengantarkan kita kepada Allah dari pepohonan dan taman hikmahnya, baik dari tanaman-tanaman maupun bunga-bunganya. Sebab, Al-Qur’an adalah kitab Allah yang akan menunjukkan segala hal mengenai Allah bagi siapa saja yang ingin mengenal-Nya.
Al-Qur’an adalah jalan yang digariskan oleh Allah bagi siapa saja yang ingin menempuh perjalanan menuju ke hadirat-Nya. Al-Qur’an adalah cahaya Allah yang terang benderang, yang akan melenyapkan kegelapan. Al-Qur’an adalah rahmat Allah yang dianugerahkan kepada kita demi kebaikan semua makhluk. Al-Qur’an juga merupakan faktor penyambung antara Allah dengan para hamba-Nya ketika faktor-faktor lainnya telah terputus. Al-Qur’an adalah gerbang utama Allah di mana kita bisa memasukinya tatkala gerbang-gerbang yang lainnya telah ditutup.
Al-Qur’an adalah Ash-Shiraathal Mustaqiim (jalan lurus) yang tidak akan membuat pendapat dan opini-opini kita menjadi miring. Al-Qur’an adalah Adz-Dzikrul Hakiim (peringatan bijak) yang tidak akan menjadikan keinginan-keinginan dan hawa nafsu kita menjadi tersesat. Al-Qur’an adalah An-Nuzuulul Kariim (anugerah mulia) yang tidak akan pernah membuat para ulama merasa puas dan kenyang, sebab keajaibannya tidaklah habis, ayat-ayatnya tidaklah sirna, dan petunjuk-petunjuknya tidaklah bertentangan.
Setiap kali pandangan kita terhadap Al-Qur’an bertambah kuat dalam berpikir dan merenung, setiap kali itu pulalah kita mendapatkan tambahan petunjuk dan pengetahuan. Setiap kali kita gali kandungannya, setiap kali itu pulalah terpancar sumber-sumber hikmah dan kebijasanaan dengan deras. Al-Qur’an adalah cahaya pandangan yang akan menerangi kebutaan, penawar hati yang akan menyembuhkan penyakit dan kehampaannya, nyawa bagi hati, suguhan lezat bagi jiwa, taman indah sanubari, serta penuntun nurani menuju negeri yang damai.”



Share:

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...