ارادتك
التجريد مع اقامة الله اياك في الاسباب من الشهوة الخفية، وارادتك الاسباب
مع اقامة الله اياك في التجريد انحطاط عن الهمة العلية.
Keinginanmu
untuk lepas dari urusan duniawi padahal Allah membekalimu dengan sarana
penghidupan, adalah syahwat yang samar. Sedangkan keinginanmu untuk
mendapatkan sarana penghidupan padahal Allah telah melepaskanmu dari
urusan duniawi, adalah suatu kemunduran dari cita-cita yang tinggi.
[Ibnu Athoillah, Al Hikam 002]
Luar
biasa kalimat di atas, bisa dimengerti tapi sulit dijelaskan. Pada
intinya, kita semestinya bersyukur dan ridho dengan kondisi dan
kedudukan di mana Allah menempatkan kita, termasuk bersyukur dengan
kondisi sarana penghidupan kita saat ini.
Jika
Allah memposisikan kita sebagai pengusaha atau pekerja yang tugasnya
mencari penghidupan dan dengan itu kita menjadi bermanfaat, maka tidak
selayaknya kita meninggalkan kehidupan itu untuk menjadi ahli ibadah saja.
Sebaliknya,
jika Allah telah menempatkan kita sebagai seorang ahli ibadah, pencari
ilmu dan orang yang senantiasa disibukkan dengan urusan dakwah dan
perjuangan, yang dengan itu sarana penghidupan kita menjadi tidak pasti
namun tetap terjamin seiring keyakinan kepada Allah, maka meninggalkan
kehidupan itu demi mencari sarana penghidupan yang pasti adalah suatu
kemunduran dan penurunan cita-cita yang luhur.
Singkatnya,
setiap orang terlahir ke dunia ini membawa tugasnya masing-masing yang
berbeda satu sama lain. Dan kita harus merenungkan lagi dan lagi tentang
misi hidup kita serta peran yang Allah inginkan untuk kita. Misi hidup
tak perlu lagi dirumuskan karena Allah sudah menetapkannya untuk kita:
ibadah. Namun peran kita untuk memaksimalkan ibadah itulah yang perlu
kita temukan dalam perenungan panjang: "Sebenarnya Allah menginginkan
saya untuk menjadi apa?".
Ukurannya
adalah kenyamanan kita dengan peran yang sedang dijalani. Namun maksud
kenyamanan di sini bukanlah kenyamanan dalam arti bermalas-malasan atau
memanjakan hawa nafsu. Dan bukan juga kenyamanan dalam arti melakukan
peran tanpa mau mengambil resiko. Kenyamanan di sini lebih diartikan
dengan kesesuaian "panggilan jiwa", sesuatu yang benar-benar
menggambarkan apa yang ingin kita lakukan dan tak ada beban atau tekanan
perasaan dalam menjalaninya. Sekali lagi, semua ini memerlukan
pemikiran dan perenungan yang mendalam. Wallahu a'lam. []





0 comments:
Posting Komentar