Oleh: Ust. Zulfi Akmal
Rasulullah bersabda: "Orang terbaik itu adalah orang yang bila kamu melihatnya kamu akan teringat kepada Allah".
Dalam pelajaran malam kemarin saya mendapatkan pelajaran baru dari Syekh. Beliau menceritakan pengalamannya:
Dulu
pada tahun 70-an ketika aku masih duduk di bangku kuliah, setiap hari
aku satu mobil dengan seseorang yang sampai hari ini tidak aku kenal dan
dia tidak mengenalku. Orang itu selalu di atas mobil memegang tasbih
sambil berzikir.
Karena setiap hari melihat pemandangan seperti
itu, apa yang ia lakukan itu berbekas di dalam hatiku. Hingga akhirnya
aku menirunya berzikir, sekalipun tidak pakai tasbih. Sampai hari ini
kebiasaan itu sudah lengket pada diriku dan orang itu masih jadi
inspirasi bagiku sekalipun sudah berlalu 40 tahun.
Insyaallah,
orang itu akan mendapatkan kiriman pahala terus tanpa dia mengatakan dan
mengajariku sesuatu selain perbuatannya yang sangat berbekas di hatiku.
Ada pelajaran yang dapat saya ambil dari kisah beliau ini:
- Amalan yang ikhlas akan memberikan pengaruh positif kepada orang lain, sekalipun sang pelaku tidak menyadari.
- Nasehat melalui perbuatan dan contoh jauh lebih baik dari pada bicara.
- Mungkin saja orang yang tidak "dianggap" bisa menginspirasi orang lain, bahkan merubah alur hidup orang lain.
- Tidak ada salahnya kita memperlihatkan amalan kepada orang lain, karena ikhlas itu ada di hati. Sekalipun disembunyikan belum tentu juga selamat dari riya', bahkan bisa jadi jatuh kepada dosa yang lebih parah dari itu, yaitu 'ujub.
- Orang yang riya tidak akan mungkin mampu konsisten dalam suatu amal kebaikan. Oleh karena itu hancurkanlah bisikan untuk riya' dengan amal yang berkesinambungan tanpa putus.
Original Facebook Status: http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?id=1288635192&v=wall&story_fbid=4765301492312





0 comments:
Posting Komentar