Ber-Al-Qur’an adalah memenuhi kewajiban terhadap Al-Qur’an sebagai konsekuensi keimanan (Rukun Iman ketiga).
Kita telah mengikrarkan iman kita kepada kitab-kitab Allah, sedangkan
Al-Qur’an adalah Kitab yang selalu terpelihara sampai akhir zaman sesuai
firman-Nya: “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kamilah yang akan menjaganya”.
Maka
iman itu akan terbukti (kita disebut benar-benar beriman) manakala kita
juga membenarkan di dalam hati dan mewujudkan dengan perbuatan.
Ber-Al-Qur’an juga dimaknai dengan berinteraksi atau berakhlaq terhadap Al-Qur’an sebagai salah satu aspek Akhlaqul Karimah, yang mana batasan akhlak mulia menurut Mahmud Al-Mishri (di dalam bukunya Ensiklopedia Akhlak Muhammad saw.)
mencakup berakhlak mulia terhadap Allah Sang Pencipta, terhadap
Rasulullah saw., terhadap Kitab Suci, terhadap para malaikat, dan
terhadap seluruh manusia.
Akhlak mulia terhadap Al-Qur’an adalah
dengan membaca dan merenungi setiap ayat-Nya. Selain itu
mengaplikasikan ayat-ayat tersebut dalam kehidupan serta menjadikan nya
sebagai penentu segala perkara, baik yang besar maupun yang kecil.
Dengan demikian, ber-Al-Qur’an adalah hidup di bawah naungan Al-Qur’an,
yang dengan itu hidup Anda menjadi berkah dan segenap umur Anda
manfaat. Apapun yang Anda alami dalam hidup ini Anda kaitkan dengan apa
yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an. Dan apa yang Anda baca dari
Al-Qur’an sebisa mungkin Anda hidupkan dalam kehidupan. Ayat-ayat itu
akan terasa lebih hidup bagi Anda dan hidup Anda pun menjadi lebih
hidup.
“Hidupkan Qur’an-mu, Qur’an-kan Hidupmu!”
Maksudnya, bacalah Al-Qur’an dengan penuh penghayatan dan kemudian jadikanlah hidup Anda bersinar dengan cahaya Al-Qur’an.
|





0 comments:
Posting Komentar