09 Mei 2014

Motivasi Qurani-3: Mengapa Kita Perlu Berinteraksi dengan Al-Quran?


Apa alasan utama ber-Al-Qur’an bagi Anda?
1. Karena kelak Anda ingin bisa menjawab pertanyaan malaikat di alam barzakh (kubur) tentang tiga hal utama (ushuluts tsalatsah), yakni pertanyaan: “Siapakah Tuhanmu, apa agamamu, dan siapa orang yang diutus kepadamu?”. Perhatikanlah kutipan terjemah hadits berikut:
Lantas roh (jenazah mukmin itu) dikembalikan ke jasadnya, kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukkannya dan bertanya: “Siapa Rabbmu”. Ia menjawab “Rabbku Allah”. Tanya keduanya: “Apa agamamu?”, “Agamaku Islam”. Jawabnya. Keduanya bertanya lagi: “Bagaimana komentarmu tentang laki-laki yang diutus kepada kamu ini?” Si mayit menjawab: “Oh, dia adalah Rasulullah saw.” Keduanya bertanya: ”Darimana kamu tahu?” Ia menjawab: “Aku membaca Kitabullah sehingga aku mengimani dan membenarkannya”.
Lantas ada Penyeru di langit memanggil-manggil: “HambaKu benar, hamparkanlah surga baginya dan berikanlah pakaian surga, dan bukakanlah pintu baginya menuju surga”. Maka hamba itu memperoleh bau harum dan wangi surga dan kuburannya diperluas sejauh mata memAndang. Lantas ia didatangi oleh laki-laki berwajah tampan, pakaiannya indah dan wanginya semerbak. Kemudian ia berucap: "Bergembiralah dengan kabar yang menggembirakanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Si mayit bertanya: “Lho, siapa kamu ini sebenarnya? Rupanya wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan!” Si laki-laki tampan menjawab: “Aku adalah amal solehmu”. Lantas hamba tadi meminta: "Ya Rabbku, jadikanlah hari kiamat sekarang juga sehingga aku bisa kembali menemui keluargaku dan hartaku”. (Musnad Ahmad 17803)
2.   Kemudian, Anda tidak ingin hidup Anda didominasi oleh pengaruh syaithan yang jelas-jelas musuh abadi manusia hingga akhir zaman. Mereka mengajak Anda ke neraka sedangkan Al-Qur’an menuntun Anda ke surga. Dengan demikian, ber-Al-Qur’an adalah cara yang paling jitu untuk mengusir syaithan (dalam arti yang seutuhnya). “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), akan Kami adakan baginya syaithan (yang menyesatkan). Maka syaithan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 36)
3.  Orang-orang yang tidak mau ber-Al-Qur’an atau berpaling dari peringatan Allah adalah orang-orang yang disengsarakan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana firman Allah: Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapakah Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dulunya adalah seorang yang dapat melihat?”. Allah berfirman: “Demikianlah telah datang padamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.” (QS. Thaahaa [20]: 124-126)
4.  Orang-orang yang tidak mau memahami, melihat dan mendengar ayat-ayat Allah diserupakan dengan binatang ternak dan dijadikan sebagai penghuni neraka jahannam. Firman-Nya: “Dan sungguh Kami jadikan untuk (mengisi) neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka punya hati (tapi) tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka punya mata (tapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka punya telinga (tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raaf [7]: 179)
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...