Saya teringat pernah membaca sebuah tulisan di buku pelajaran waktu SMP dulu, tentang sindiran yang "jleb" bagi para perokok.
Kisahnya, ada seorang gadis yang menumpang bis dan di sampingnya duduklah seorang perokok yang asik mengebul-ngebulkan asap rokoknya ke mana-mana. Mau tak mau, si gadis harus menghirup juga asap rokok yang tak menyenangkan itu. (Anda yang bukan perokok pasti tahu kan bagaimana suasana emosi si gadis itu..?)
Tiba-tiba gadis itu punya ide brilliant. Dia mengeluarkan permen karet dari sakunya lalu dikunyah-kunyah sepuasnya. Kemudian ia berkata kepada si perokok, "Maaf Pak, Bapak mau nggak mengunyah permen karet ini?" Si gadis menunjuk permen karet yang sedang dikunyahnya.
Si perokok setengah tersinggung dan berpikir sejenak, lalu menjawab, "Ya jelas nggak mau, jijik lah! Itu kan bekas dari mulut kamu, ada-ada aja!"
"Kalau Bapak jijik mengunyah permen karet bekas mulut saya, saya juga nggak sudi menghirup asap rokok bekas dari mulut Bapak!" Sergah si gadis, menang. []





0 comments:
Posting Komentar