menjadi faqih dan sufi, jangan jadi satu saja
kunasehati engkau agar waspada
yang ini keras, hatinya tak pernah mengenyam taqwa
yang ini jahil, apa dengan jahil bisa lurus suatu perkara?
Menjelang Kematian
banyak orang suka berhura-hura
padahal maut bertengger di atas kepalanya
jika saja ia bisa melihat yang tidak kasat mata
ia bisa mati tiba-tiba tersebab sedihnya
barangsiapa yang tiada diberikan padanya pengetahuan
akan kepastian adanya esok hari
mengapa pula ia selalu sibuk memikirkan
soal rizki untuk lusa nanti
Introspeksi Diri
seseorang jika berakal dan terpelihara
tak akan sibuk mencari cacat orang sekitarnya
sebagaimana orang jika sedang merasakan nyeri terluka
tak akan sempat memedulikan erangan dari yang lainnya
Perihal Buruk Sangka
prasangkamu tidak lain adalah sebuah keburukan
dan sangka yang buruk adalah fitnah paling kejam
manusia-manusia, di tempatnya yang penuh celaka
membuang persangkaan baik dan indahnya bahasa
Perihal Aib Jiwa
kita mencela zaman padahal kehinaan ada pada kita
sungguh, di zaman kita, tidak ada kehinaan selain kita
tetapi, kita telah menghina zaman yang tak berdosa
ah, jika zaman bisa bicara pastilah ia berbalik mencela
serigala pun tidak akan memakan daging serigala lainnya
tapi, sebagian kita terang-terang memakan sebagian lainnya
Enam Syarat Mendapat Ilmu
saudaraku, kau tak akan mendapatkan ilmu
kecuali melalui enam pintu
dengan rinci akan kusampaikan kepadamu:
kecerdasan, kesungguhan
ketekunan, kecukupan
persahabatan dengan guru
dan panjangnya waktu
Menerima Qadha & Qadar
usah engkau hiraukan hari-hari dan bekerjalah sesuka hati
lalu hiburlah diri jika qadha telah menjadi pasti
jangan gelisah pada kisah malam dan ngeri
sementara nyeri hidup sendiri tidaklah abadi
maka jadilah engkau seorang yang kuat menghadapi kesedihan
itu kan menjadikanmu berbudi sempurna dan berdada lapang
ketika engkau merasa berlimpah cela dalam kehidupan sesama
tertutupnya cela itu tentu saja akan membuatmu bahagia
cobalah engkau menutupinya dengan derma
karena dermalah yang mampu menutup cela
janganlah kau menatap musuh dengan tatapan menghina
karena ketersinggungan musuh adalah awal dari bencana
tak perlu juga kau mengharap kedermawanan si kikir
bukankah, bagi yang haus, di neraka tidak ada air?
tidak mempengaruhinya sedih yang panjang atau kegembiraan
tidak pula kemiskinan yang disembunyikan atau kemewahan
jika engkau memiliki hati yang penuh rela
maka dengan penguasa dunia engkaulah sama
siapa saja jika saat matinya telah datang
tidak bumi tidak langit mampu menahan
bumi Allah teramatlah lapang, namun
saat putusan-Nya datang sempitlah gurun-gurun
acuhkanlah musim yang selalu memberi janji
sebab tidak ada obat yang bisa menyembuhkan mati





0 comments:
Posting Komentar