06 Maret 2019

Dialah Guruku

Dia yang mengajariku banyak hal, tentang bagaimana menata kehidupan.

Dia yang sorot matanya selalu tajam, seolah menatap impian yang pasti akan diraihnya.
Dia yang langkah kakinya selalu cepat tanpa tergesa, namun bergegas merebut masa depan.
Dia yang gerak badannya selalu luwes, sigap menghadapi berbagai tantangan dan peluang.

Dia yang tatapannya mendamaikan, diiring senyum tulus yang menyejukkan jiwa.
Dia yang tutur katanya selalu ramah dan “renyah”, terus memotivasi setiap jiwa.
Dia yang tak pernah memandang muridnya dengan pandangan negatif, sebaliknya dia temukan kelebihan pada setiap muridnya.
Dia yang setiap waktu menemukan hal baru, dan seketika itu dia bagikan pada yang lainnya.

Dia yang pernah berkata, “Ini tanganku, selalu terbuka untuk membantumu. Ini ilmuku, ambil darinya apa yang kau mau. Ini hartaku, manfaatkanlah selagi bisa membantumu meraih kebermaknaan. Aku tiada mengharapkan balasan apa-apa, bahkan bayaran setinggi apapun yang bisa diberikan oleh manusia terkaya, karena gaji pengajaran dan bimbinganku hanya dapat dibayarkan oleh Sang Pemilik Ilmu Yang Mahatahu.”

Dialah guruku, yang mengajarkanku bahwa hidup ini harus dilalui dengan penuh kesabaran, kesungguhan, keyakinan dan pantang menyerah.
Dialah guruku, yang pernah mengatakan, “Belajarlah dari siapa saja, bergurulah kepada siapapun yang pantas dijadikan guru, sedangkan aku bukanlah satu-satunya.”

Dialah guruku, kepadanya aku rindu.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Kenapa Kita Mudah Kecewa?

"Kenapa kita mudah kecewa kepada orang lain?" Mungkin pertanyaan di atas sesuai dengan keadaan diri kita. Atau boleh j...